Selasa, 30 September 2014

Lingkungan Anda Mempengaruhi Masa Depan Anda...

Luangkan Waktu Sebentar, Coba Anda Tulis nama 7 Orang yg Rata-rata dalam Seminggu paling byk Anda Habiskan waktu bersama mereka, siapa saja ke 7 orang itu? Ditulis ya...

Nah Jika Sudah, Coba Liat 7 orang ini, bagaimana Kehidupan mereka skrg, dari segi Kesehatan, Keuangan, keharmonisan keluarga, Spiritual, dll.

Dan...
Survey Membuktikan, Hidup Anda 2-3 Tahun kedepan, akan Persis sama spt Ke-7 orang ini, karena ke-7 orang inilah temen bertukar pikiran Anda, temen Curhat, orang2 inilah yg selalu bersama anda.

Nah...
Jika anda ingin sukses dlm bisnis, Pastikan dlm hidup anda skrg ada orang2 yg sukses dalam bisnis, jika ingin kehidupan Spritualnya baik pastikan anda luangkan waktu bersama orang yg kehidupan Spritualnya baik..

Jika Belum punya, Ganti Komunitas Anda, buat daftar nama siapa2 nama yg akan Anda luangkan waktu lbh byk dan siapa2 yg harus anda Coret dr daftar orang2 yg paling byk Anda habiskan waktu sesuai dengan Apa yg akan Anda inginkan dlm kehidupan Anda 2-3 Tahun Kedepan.


JURUS AMAN MENGATUR UANG


Supaya hidup Anda tetap enak, berikut adalah jurus ampuh versi Mike Rini untuk mengatasi ketimpangan antara pendapatan dan pengeluaran Anda.

- Biasakan untuk membuat anggaran (budget) pengeluaran, 2 atau 3 hari sebelum gajian.Tulis berapa pemasukan yang akan Anda terima dan di bawahnya secara berurutan pengeluaran yang akan Anda lakukan. Kurangi pendapatan dengan pengeluaran. Jika hasilnya nol atau surplus, maka belanjalah dengan panduan budget tersebut. Dan jika hasilnya defisit, maka kurangi pengeluaran-pengeluaran, sampai selisihnya jadi nol. Dengan melakukan simulasi budget, Anda akan mendapat gambaran serta panduan untuk menggunakan uang sesuai dana yang tersedia. Tanpa anggaran, maka pembelanjaan akan cenderung dilakukan sembarangan.

- Bayar semua pembelanjaan Anda secara tunai. Stop acara menggesek kartu kredit untuk belanja apapun –jika bukan untuk keperluan kantor yang bisa di-reimburse dengan cepat.

Supaya jurus ampuh Anda benar-benar mumpuni, persenjatai juga dengan langkah-langkah seperti berikut:

- Mulai kebiasaan berinvestasi.
Berinvestasi membuat Anda memiliki tujuan dari penggunaan uang, dan hasil investasi benar-benar dapat terlihat dari aset yang berhasil diakumulasi. Langkah ini membuat Anda lebih menghargai uang dan mengarahkannya kepada pencapaian tujuan keuangan di masa depan.

- Biasakan untuk membuat anggaran belanja bulanan.
Membuat anggaran hanya perlu waktu singkat namun sangat bermanfaat karena mampu memberikan Anda gambaran. Anggaran juga memberi batasan pada apa saja pembelanjaan yang akan Anda lakukan dan berapa jumlahnya, sehingga Anda tetap stay on track.

- Batasi cicilan utang bulanan. Kewajiban cicilan utang bulanan seperti cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan barang kreditan, dan cicilan kartu kredit, jika ditotal semuanya sebaiknya tidak melebihi 30 % dari penghasilan bulanan. Logikanya, kalau cicilan utang bulanan terlalu besar, gara-gara terlalu bernafsu mengambil pinjaman yang kelewat besar, Anda akan kesulitan membayarnya.

- Miliki dana cadangan atau emergency fund.
Bentuklah tabungan atau deposito sejumlah 3-6 kali pengeluaran keluarga perbulan untuk mengantipasi pengeluaran tak terduga akibat musibah atau bencana yang menyebabkan tejadinya pengeluaran atau kerugian financial. Dengan demikian, hal itu tidak akan mengganggu arus kas bulanan.

LIKE & SHARE

Sumber : www.menshealth.co.id

ALWAYS REMEMBER ALLAH SWT

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi
rizqimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut,
gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya
menujumu.
Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka
melalaikan ketaatan padaNya demi
mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya
adalah kekeliruan berganda.
Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau
bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan
jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap
karunia.
Betapa banyak orang bercita menggenggam
dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah
yang tertulis dalam angka; tapi apa yang
dinikmatinya.
Betapa banyak orang bekerja membanting
tulangnya, memeras keringatnya; demi angka
simpanan gaji yang mungkin esok pagi
ditinggalkannya mati.
Maka amat keliru jika bekerja dimaknai
mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita.
Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu
urusanNya.
Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat &
berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di
pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.
Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa
ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki
bayinya? Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu
kejutan.
Ia kejutan tuk disyukuri hamba bertaqwa; datang
dari arah tak terduga. Tugasnya cuma
menempuh jalan halal; Allah lah yang
melimpahkan bekal.
Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita
meminta & Allah memberi karunia; jaga sikap
saat menjemputnya & jawab soalanNya, "Buat
apa?"
Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya
dunia; lupa bahwa semua hanya "hak pakai"
yang halalnya akan dihisab & haramnya akan
di'adzab.
Banyak yang mencampakkan keikhlasan 'amal
demi tambahan harta, plus dibumbui kata tuk
bantu sesama; lupa bahwa 'ibadah apapun
semata atas pertolonganNya.
Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal
Mustaqim"; petunjuk ke jalan orang nan diberi
nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di
akhirat.
Maka segala puji bagi Allah; hanya dengan
nikmatNya-lah menjadi sempurna semua
kebajikan.